Label
Tanamkan Cinta Lingkungan Sejak Dini, Siswa MIS Lamgugob Belajar Pilah Sampah dan Membuat Eco Enzym
BANDA ACEH – Puluhan siswa kelas MIS Lamgugob Banda Aceh tampak antusias mengikuti kegiatan Penyuluhan Eco Teologi, Edukasi Pemilahan Sampah, dan Pembuatan Eco Enzym yang mengusung tema "Merawat Bumi, Wujudkan Lingkungan yang Bersih dan Berkah", Selasa (11/8/2026).
Kegiatan yang dimulai pukul 08.30 WIB tersebut merupakan bagian dari upaya menanamkan kesadaran lingkungan kepada peserta didik sejak usia dini melalui pendekatan nilai-nilai keagamaan. Para siswa tidak hanya mendapatkan materi tentang pentingnya menjaga kelestarian alam, tetapi juga mempraktikkan secara langsung cara memilah sampah dan mengolah limbah organik menjadi eco enzym yang ramah lingkungan.
Acara dihadiri oleh Pengawas Pembina Madrasah, Rosnidar, S.Ag., Kepala MIS Lamgugob Banda Aceh, Ketua Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI), Hj. Rosmiati, S.Ag., M.Sos., Sekretaris IPARI sekaligus narasumber, Hj. Supiati, S.Ag., M.Sos., beserta rombongan penyuluh agama dari IPARI.
Pengawas Pembina Madrasah Rosnidar, S.Ag., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan yang dinilai mampu memperkuat pendidikan karakter sekaligus membangun kepedulian terhadap lingkungan.
"Menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan merupakan bagian dari tanggung jawab kita sebagai khalifah di muka bumi. Kebiasaan baik ini perlu ditanamkan sejak dini agar menjadi karakter yang melekat pada anak-anak," ujarnya.
Pada sesi penyuluhan, Hj. Supiati, S.Ag., M.Sos. menjelaskan pentingnya memilah sampah organik dan anorganik sebagai langkah awal mengurangi pencemaran lingkungan. Ia juga memperagakan proses pembuatan eco enzym menggunakan limbah organik dan air melalui proses fermentasi.
Menurutnya, eco enzym memiliki banyak manfaat, mulai dari pupuk alami, pembersih rumah tangga yang ramah lingkungan, hingga membantu mengurangi volume sampah organik yang berakhir di tempat pembuangan akhir.
Suasana kegiatan semakin interaktif ketika para siswa diajak mengikuti praktik langsung. Mereka terlihat aktif bertanya, berdiskusi, serta mencoba memilah berbagai jenis sampah sesuai kategorinya. Tidak sedikit siswa yang mengaku baru mengetahui bahwa limbah dapur dapat diolah menjadi cairan multifungsi yang bermanfaat bagi lingkungan.
Kepala MIS Lamgugob Banda Aceh menyampaikan terima kasih kepada IPARI atas terselenggaranya kegiatan edukatif tersebut. Menurutnya, kolaborasi antara madrasah dan penyuluh agama menjadi langkah strategis dalam membangun budaya hidup bersih sekaligus memperkuat karakter peserta didik melalui nilai-nilai keislaman.
Program ini juga sejalan dengan komitmen madrasah dalam mendukung gerakan peduli lingkungan, sekaligus memperkuat implementasi pendidikan karakter yang tidak hanya berorientasi pada aspek akademik, tetapi juga pembiasaan perilaku positif dalam kehidupan sehari-hari.
Di akhir kegiatan, seluruh peserta, guru, dan tamu undangan berfoto bersama sebagai simbol komitmen bersama untuk menjaga bumi melalui aksi nyata, dimulai dari lingkungan madrasah.
Melalui penyuluhan ini diharapkan para siswa mampu menjadi pelopor kebersihan di rumah, sekolah, dan masyarakat dengan membiasakan memilah sampah, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, serta memanfaatkan limbah organik menjadi produk yang bernilai guna.
Reporter: Tim Publikasi MIS Lamgugob
Editor: Humas MIS Lamgugob
